Choose Your Language
Buku Tamu
Recent Comments
User Online
Berapa yang tersesat disini
Page Rank
Blog Kawalan
PingBox
4.20.2014
Di Balik Daun-Daun Yang Berserakan
4.18.2014
Panjang Angan-Angan
Ketika aku membuka lembaran-lembaran file pegawai yang telah pensiun, kutemukan catatan berikut ini:
Dahulu aku berangan-angan…
Andai aku menjadi seorang pegawai kantoran...
Dan benar saja, akhirnya akupun bekerja sebagai pegawai,
Sehingga akupun terobsesi untuk segera menikah.
Dahulu aku berangan-angan...
Kiranya aku dapat menikah...
Dan benar saja, akupun menikah,
akan tetapi hidup ini demikian sepi tanpa kehadiran anak.
Akupun berangan-angan...
kiranya aku dikaruniakan anak...
dan benar saja, akupun diberikan karunia anak-anak,
Akan tetapi, tidak berselang beberapa lama akhirnya aku jenuh dengan dinding-dinding apartemenku sendiri.
Akupun kembali berangan-angan...
Andai aku memiliki rumah pribadi...
Terdapat halaman dan tamannya...
Dan benar saja, setelah berusaha keras akupun memiliki rumah itu, akan tetapi, anak anak ku sudah pada dewasa.
Akupun kembali berangan-angan...
Duhai kiranya aku dapat menikahkan mereka...
Dan benar saja, akhirnya merekapun telah menikah,
Tapi aku jenuh dengan pekerjaanku dengan segala kesulitannya, semuanya terasa sangat melelahkanku.
Akupun kembali berangan-angan...
Andai aku segera pensiun agar aku dapat beristirahat...
Benar saja, akupun akhirnya pensiun,
Akan tetapi akupun tinggal seorang diri persis seperti kala aku baru lulus kuliah dahulu.
Akan tetapi ketika baru lulus kuliah dahulu,
Saat itu aku tengah menyongsong kehidupan,
sementara saat ini aku sedang menyongsong akhir kehidupan,
Namun meskipun demikian, aku masih saja memiliki setumpuk angan-angan.
Kini aku berangan-angan...
Untuk menghafalkan Al Qur’an...
Tapi... ingatanku telah mengkhianatiku (cepat lupa)
Aku juga berangan-angan...
Untuk berpuasa mendekatkan diri kepada Allah,
Tapi kesehatanku tidak lagi mendukungku.
Aku juga berangan-angan...
Untuk bangun shalat malam,
Tapi kakiku tak mampu lagi menahan beban tubuhku.
Sunggu benarlah Sabda Rasulullah Al-Musthafa,
“Pergunakanlah sebaik-baiknya 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara:
1. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu
2. Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
3. Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
5. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu
Ya Allah! Bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan melakukan ibadah sebaik-baiknya kepada-Mu.
Saudaraku...
Jika dalam aktivitas harianmu tidak terdapat:
Dua rakaat Shalat Duha,
Atau 1 hizb bacaan Qur’an
Atau shalat Witir di malam hari,
Atau ungkapan kalimat baik yang kau ucapkan,
Atau sedekah yang dapat memadamkan kemurkaan Allah,
Atau amalan rahasia yang tak diketahui melainkan Allah.
Maka masih adakah nikmat hidup tersisa untukmu?
==================================================
Diterjemahkan oleh Fadlan Akbar, Lc. dari artikel berbahasa Arab
Panjang Angan-Angan
4.16.2014
LOMBA TIUP MONYET
Seekor monyet sedang bergelayutan di pucuk pohon kelapa. Dia tidak menyadari kalau ia sedang diintai oleh tiga angin besar. Angin Topan, Angin Tornado, Angin Bahorok.
Tiga angin itu rupanya sedang bertaruh siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa
Angin Topan berkata, "aku cuma perlu waktu 45 detik..."
Angin Tornado tidak mau kalah, "kalau aku cukup dg 30 detik..."
Angin Bahorok, dengan nada mengejek berkata, "kalau aku 15 detik, pasti jatuh tuh si monyet..."
Lalu dimulailah pertaruhan diantara mereka bertiga
Angin TOPAN yang pertama, dia tiup angin sekencang-kencangnya... Wuuss...
Merasa ada angin yg bertiup kencang, si monyet langsung berpegangan pada batang pohon kelapa dengan sekuatnya. Setelah berusaha meniupkan anginnya dengan keras, ternyata si monyet tetap tidak bergerak. Dan Angin Topan pun menyerah.
Giliran Angin TORNADO... Wuuusss... Wuuusss...
Ia juga meniupkan anginnya lebih keras, dengan sekencang-kencangnya. Namun si monyet tetap tidak terjatuh juga.
Terakhir, Angin BAHOROK... Lebih keras dan kencang... Wuuuss... wuuuss...wuuss...
Si monyet malah makin kuat berpegangannya. Dan tetap saja tidak jatuh
Ketiga angin itu akhirnya mengakui, kalau si monyet memang hebat...
Tangguh, kuat & daya tahannya luar biasa.
Tidak berapa lama, tiba-tiba datang Angin Sepoi - Sepoi...
Dia mengungkapkan keinginannya untuk ikut bertaruh.
Ternyata niat angin sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan dari ketiga angin lainnya...
"Angin yg besar spt kami aja tdk bisa, apalagi yang kecil..."
Tanpa banyak bicara, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet... Wuuuuuiiiisss…
Enaaaaaak... Adeeeeem… Segeeeeer…
Mata si monyet merem melek...
Tidak lama si monyet mulai tertidur, dan tanpa disadari terlepaslah pegangannya...
Kemudian, jatuhlah si monyet dari pohon kelapa.
Sahabat,
Boleh jadi, ketika kita,
Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA...
Kita kuat bahkan kuat dari sebelumnya.
Tapi ketika kita diuji dengan...
KENIKMATAN...
KESENANGAN...
KELIMPAHAN...
PUJIAN...
Saat itulah kita "terjatuh"
So, jangan sampai kita terlena,
Tetap rendah hati dan mawas diri,
Ingatlah hidup kita di dunia hanya sementara,
Ingatlah akherat kita, karena itulah masa depan kita yang sesungguhnya.
Semua akan diminta pertanggung jawabannya.
Inipun ditujukan pula untuk diri sendiri, semoga menjadi pribadi yang lebih baik
Mari kita jadikan DUNIA KITA sebagai BEKAL. Jangan jadikan BEBAN...
=====================================================
Sumber: Salah satu grup ODOJ di Whatsapp
4.15.2014
Hidup Adalah Belajar
Ketika kita berpikir negatif pada seseorang,
Tanpa sadar, kita telah menghakimi orang itu.
Lebih mudah mana:
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,
atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?
Lebih mungkin mana:
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman,
atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri?
Lebih mudah mana:
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan,
atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?
Lebih penting mana:
Berusaha menguasai orang lain,
atau belajar menguasai diri sendiri?
Yang penting bukan bagaimana orang harus baik pada kita, melainkan bagaimana kita berusaha baik pada orang lain. Bukan orang lain yang membuat kita bahagia, melainkan sikap kita sendirilah yang menentukan, kita bahagia atau tidak.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR... dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.
Hidup adalah PROSES, Hidup adalah BELAJAR,
Belajar Bersyukur Meskipun Tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meskipun Tak Rela,
Belajar Taat Meskipun Berat,
Belajar Memahami Meskipun Tak Sehati,
Belajar Setia Meskipun Tergoda,
Belajar Memberi Meskipun Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meskipun Disakiti,
Belajar Tenang Meskipun Gelisah,
Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan.. Aamiin..
Semangat Pagi!! Great Mroning!!
=====================================================
Sumber: Kiriman dari Sahabat
Dibacot
Chandra Nugraha
jam
06.57.00
0
komentar
4.13.2014
KEBAHAGIAAN ORANG YANG BERSYUKUR
Dibacot
Chandra Nugraha
jam
13.28.00
0
komentar
About Me
- Chandra Nugraha
- nothing... ahli dalam angkat jemuran ... selalu telat klo ngampus ...
Followers
Category
- Acer Aspire One (4)
- Award (2)
- Cerita (6)
- Download Film (9)
- Download Mp3 (2)
- Inspirasi (6)
- Kambingjantan (1)
- Kampus (8)
- Komputer (6)
- Lain-Lain (13)
- ODOJ (8)
- PR (2)
- Request Download (6)
- Reviews (8)
- Taujih (9)
- Tips dan Triks Komputer (5)
- Tutorial Blogspot (2)